BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang merupakan proyek strategis nasional.
Lokasi pembangunan berada di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dengan target penyelesaian sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, bersama jajaran anggota dewan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala DPMPTSP Banyuwangi, DLH Banyuwangi, Dinas PUCKPP Banyuwangi, Dishub Banyuwangi, JPAP, serta perwakilan manajemen PT Nindya Karya selaku pelaksana proyek.
Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Banyuwangi: Harkitnas ke-118 Momentum Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Dalam rapat tersebut, Patemo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi ditargetkan tuntas lebih awal dibandingkan jadwal semula.
"Di awal, sesuai SPK, jadwalnya bulan Agustus 2026, tetapi harus diselesaikan sesuai instruksi pada 20 Juni 2026," ujar Patemo.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil RDP, proyek ini wajib rampung tahun ini agar dapat difungsikan saat tahun ajaran baru dimulai.
Sementara itu, Satuan Tugas Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur, Arie Gustiagung, memaparkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 56 persen. Ia berharap koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan dapat mempercepat penyelesaian proyek.
"Terkait perizinan Sekolah Rakyat ini segera dituntaskan oleh pemerintah daerah. Memang semua itu adalah bagian dari kewajiban pemerintah daerah yang mengusulkan Sekolah Rakyat," ujar Arie.
Ia menargetkan pembangunan dapat difokuskan hingga tuntas pada Juni 2026, tepat sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 7 hektare dan dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Bangunan permanen sekolah ini dikabarkan mengusung standar sekolah internasional dengan konsep ruang yang sehat dan nyaman.
Desainnya mempertimbangkan aspek ramah lingkungan serta integrasi teknologi guna mendukung praktik pendidikan yang inovatif.
Fasilitas yang akan dibangun meliputi gedung sekolah, asrama putra dan putri untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, sarana olahraga seperti lapangan sepak bola, basket, dan atletik, serta gedung ibadah dan aula.
Desain bangunan juga disebut akan mengakomodasi arsitektur khas Banyuwangi sebagai bentuk identitas lokal. (*)
