BANYUWANGI – Meskipun hingga awal Mei 2026 belum ditemukan satupun laporan kasus positif infeksi hantavirus di Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Daerah bersama DPRD setempat tidak tinggal diam.
Langkah-langkah pencegahan terus diperkuat guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tikus ini.
Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai benteng utama penangkalan virus. Ia mengimbau warga untuk tidak meremehkan ancaman hantavirus meski kondisi saat ini dinilai aman.
Baca Juga : DPRD Banyuwangi Apresiasi Parade Ternak 2026: Ajang Promosi Potensi Peternakan Daerah
"Kami meminta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kebersihan lingkungan adalah kunci utama mencegah berkembang biaknya tikus sebagai pembawa virus," ujar Made, Selasa (12/5/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bahaya hantavirus.
Menurutnya, virus ini dapat menular melalui kotoran, air kencing, hingga gigitan tikus yang telah terinfeksi. Penularan paling sering terjadi secara tidak sadar, ketika kotoran dan air kencing tikus yang sudah mengering bercampur dengan debu lalu terhirup manusia.
"Hantavirus ini bisa menimbulkan gejala seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, bahkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak. Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus," ujar Amir.
Amir menjelaskan, penyakit akibat hantavirus dapat berkembang secara bertahap. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami demam, nyeri tubuh, dan gejala umum layaknya infeksi virus biasa. Namun jika dibiarkan, kondisi dapat memburuk.
"Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Banyuwangi mendorong masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, menutup rapat tempat penyimpanan makanan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala mencurigakan.
"Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau mau membersihkan kotoran tikus, pakai masker dan siram dengan desinfektan terlebih dahulu," pungkas Amir. (*)
