BANYUWANGI - Keberhasilan Kabupaten Banyuwangi sebagai satu-satunya daerah pilot project Digital Perlindungan Sosial (Digital Perlinsos) berbasis Digital Publik Infrastructure (DPI) patut diacungi jempol.
Program yang mengintegrasikan data delapan instansi secara real-time ini dinyatakan sukses dan bakal direplikasi ke 42 kabupaten/kota lain di Indonesia.
Namun di balik kesuksesan tersebut, DPRD Banyuwangi memberikan catatan kritis. Pasalnya, proyek percontohan berskala nasional ini berjalan tanpa keterlibatan dan laporan yang memadai kepada wakil rakyat di daerah.
Baca Juga : Komisi IV DPRD Banyuwangi Soroti SPMB 2026 Transparansi Kunci Sukses dan Kepercayaan Publik
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah daerah tidak pernah memberikan laporan resmi terkait pelaksanaan pilot project tersebut.
"Selama ini tidak ada laporan apapun dari pemerintah daerah kepada kami terkait pelaksanaan pilot project Digital Perlinsos di Banyuwangi," ujar politisi Partai Demokrat itu, Senin (11/5/2026).
Meskipun demikian, Michael menegaskan bahwa DPRD tetap melakukan fungsi pengawasan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dari proses pengawasan itu, ia menemukan satu catatan penting yang tidak boleh diabaikan, yakni persoalan tanggung jawab agen atau petugas lapangan yang memasukkan data.
Michael menyoroti potensi kerawanan di tingkat pelaksana teknis di lapangan. Menurutnya, tidak semua masyarakat penerima manfaat melek teknologi atau memiliki gawai yang memadai. Kondisi ini membuka peluang bagi oknum tertentu untuk bertindak tidak amanah.
"Yang kami tahu, banyak masyarakat yang tidak bisa pakai HP atau aplikasinya. Jadi, jangan sampai yang membantu memasukkan data ini tidak amanah. Data digital itu juga bisa dimanipulasi," tegasnya.
Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang melihat kejanggalan atau merasakan ketidakadilan dalam program yang disebut ideal tersebut. "Jika ada indikasi penyimpangan, laporkan kepada kami," imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Michael tetap memberikan apresiasi kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, atas keberhasilan mensukseskan proyek percontohan nasional ini.
Ia menilai prestasi tersebut patut diapresiasi meskipun catatan mengenai transparansi dan akuntabilitas tetap harus menjadi perhatian serius.
"Catatan itu penting diperhatikan, tapi ucapan selamat juga perlu saya sampaikan untuk Bupati Banyuwangi, Bu Ipuk. Karena programnya sudah sukses," pungkas Michael. (*)
