27 Ribu Pelajar Banyuwangi Rawat 65 Sungai Lewat Program Sekardadu

$rows[judul]

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu). 

Program yang melibatkan lembaga pendidikan ini menjadi strategi kolaboratif dalam menjaga kebersihan sungai, mulai dari kawasan hulu hingga hilir, dengan menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada para pelajar.

Sejak dijalankan beberapa tahun terakhir, Sekardadu menunjukkan capaian signifikan. Hingga 2024, sebanyak 27.780 pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi tercatat terlibat aktif. 


Baca Juga : DPU Pengairan Banyuwangi Perkuat Ketahanan Irigasi melalui Pemberdayaan Petani

Mereka bersama-sama merawat 65 sungai dan saluran air dengan total panjang mencapai 100.300 meter di berbagai wilayah Banyuwangi.

“Ini adalah program peduli lingkungan yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Menurut dia, menjaga keberlanjutan ekosistem sungai tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga memastikan kualitas lingkungan tetap mendukung perkembangan sektor lain, termasuk pariwisata.

“Sebagai daerah pariwisata menjaga kebersihan sungai dan saluran air adalah bagian dari komitmen Banyuwangi dalam menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Ipuk.

Bupati Ipuk menegaskan, pelibatan pelajar dalam program tersebut bukan tanpa alasan. Selain memperkuat aksi nyata perawatan sungai, Sekardadu juga dirancang untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah. “Pelibatan pelajar dan mahasiswa di program ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing sekolah diberi tanggung jawab merawat aliran sungai terdekat. Para siswa secara rutin melakukan pembersihan, pemetaan kondisi sungai, hingga kampanye edukasi kepada warga sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan. Mereka juga diminta melaporkan kegiatan melalui aplikasi Sekardadu agar aktivitas dan perkembangan kondisi sungai dapat terpantau secara sistematis.

“Nantinya sekolah yang terlibat akan melaporkan aktivitas mereka lewat aplikasi Sekardadu. Jadi akan terpantau keaktifan pelaksanaan program juga sungai mana saja yang telah diintervensi,” jelas Ipuk.

Sekretaris Dinas Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, menambahkan bahwa pada pelaksanaan tahun ini terdapat 170 sekolah peserta, mulai SD hingga SMA dan perguruan tinggi. Setiap sekolah diberikan indikator penilaian, mencakup kegiatan preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif terkait pengelolaan sungai.

“Melalui mekanisme tersebut, kami ingin memastikan program tidak hanya berjalan seremonial, tetapi berdampak langsung pada kondisi sungai dan perubahan perilaku masyarakat,” ujar Riza.

Pemkab Banyuwangi berharap Sekardadu dapat terus berkembang dan menjadi gerakan sosial kolektif dalam menjaga kelestarian sumber daya air. Dengan keterlibatan generasi muda, program ini diyakini mampu menciptakan perubahan jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. (*)