Armada Baru Tambah Kekuatan Ketapang-Gilimanuk, DPRD Banyuwangi Apresiasi

$rows[judul]

Banyuwangi - Penambahan armada baru di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mendapat apresiasi DPRD Banyuwangi. Kehadiran KMP Trisila Bhakti III dinilai dapat memperkuat konektivitas Banyuwangi-Bali sekaligus menjadi tambahan kapasitas saat arus kendaraan mengalami lonjakan.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edi Hariyanto mengatakan, bertambahnya kapal berukuran besar menjadi kabar positif bagi masyarakat, terutama pengguna jasa penyeberangan yang bergantung pada kelancaran konektivitas Jawa-Bali.

Menurutnya, lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan jalur strategis yang tidak hanya melayani mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu urat nadi distribusi barang dan aktivitas ekonomi.


Baca Juga : Fraksi DPRD Banyuwangi Bedah APBD Perubahan, SiLPA hingga Belanja Publik Disorot

“Ini tentu kami apresiasi. Penambahan kapal akan membantu memperkuat pelayanan penyeberangan, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan,” kata Michael.

Kapal milik PT Trisila Laut tersebut memiliki kapasitas 2.400 GRT dan didatangkan dalam kondisi baru dari Tiongkok. Kapal tiba di Banyuwangi pada 3 Mei 2026 sebelum menjalani serangkaian persiapan untuk memenuhi persyaratan operasional.

Direktur Utama PT Trisila Laut Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setyo Warsongko mengatakan, proses persiapan dilakukan cukup panjang. Mulai pelatihan awak kapal, pemenuhan 26 dokumen pelayaran hingga pengurusan spesifikasi khusus melalui Badan Klasifikasi Indonesia (BKI).

“Setelah semua dokumen lengkap, akhirnya hari ini memulai operasi perdananya untuk melayani penumpang di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” ujarnya.

Kapal jenis RORO tersebut mampu mengangkut hingga 65 mobil kecil. Namun, untuk tahap awal operasional, perusahaan membatasi angkutan kendaraan logistik, yakni lima truk tronton besar dan tiga unit bus.

Investasi pengadaan kapal baru itu mencapai Rp63,5 miliar. Selain meningkatkan kapasitas angkut, keputusan mendatangkan kapal baru juga dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan lintasan serta arah kebijakan pemerintah mengenai ukuran kapal yang beroperasi di Ketapang-Gilimanuk.

Retarto mengatakan, kapal berukuran lebih besar dibutuhkan untuk menghadapi karakteristik layanan lintasan yang semakin berkembang.

“Kapten dan kru harus siap, karena keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas,” katanya.

KMP Trisila Bhakti III juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung. Di antaranya perangkat keselamatan, alat pemadam kebakaran, ruang VIP berpendingin udara, ruang menyusui, ruang medis atau P3K, musala, kantin serta area khusus merokok.