Kasus Pelajar Hamil di Luar Nikah Terungkap, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Desak Sosialisasi Masif

$rows[judul]

BANYUWANGI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, Hj. Siti Mafrochatin Ni'mah, menyoroti masih adanya kasus pelajar tingkat lanjut atas yang hamil di luar pernikahan. 

Ia mendesak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, serta Dinas Pendidikan setempat untuk segera menggencarkan program penyuluhan mengenai bahaya pergaulan bebas di kalangan siswa di wilayah Blambangan.

Desakan itu disampaikan setelah ia menemukan informasi melalui media sosial terkait seorang pelajar sekolah menengah atas di Kecamatan Wongosrejo yang dikabarkan mundur dari bangku sekolah akibat kehamilan di luar nikah.


Baca Juga : Komisi IV DPRD Banyuwangi Soroti Kebijakan LKS Bakal Panggil Dinas Pendidikan

"Saya membaca di media sosial hari ini, ada pelajar SLTA di Kecamatan Wongosrejo yang hamil di luar nikah dan putus sekolah. Ini sangat memprihatinkan dan diperlukan langkah-langkah pencegahan yang serius," ujar Hj. Ni'mah, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai bahwa fenomena pergaulan bebas di kalangan remaja dan pelajar saat ini telah menjadi persoalan serius yang tidak bisa diabaikan. Ia menekankan perlunya keterlibatan berbagai pihak untuk mencari solusi bersama.

"Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus dibimbing agar mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam pergaulan. Dampak pergaulan bebas tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas. Karena itu, kita semua perlu membatasi diri dan kembali memahami nilai-nilai agama serta moral," tegasnya.

Menurut Ni'mah, para pelajar sangat membutuhkan pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai risiko pergaulan bebas agar masa depan mereka tidak rusak. Ia berharap melalui sosialisasi yang masif, siswa dibekali dengan batasan moral, kesadaran akan ancaman kesehatan dan akademik, serta keberanian untuk mengambil keputusan yang positif.

"Pemahaman tentang dampak buruk pergaulan bebas harus disosialisasikan secara mendalam kepada para pelajar. Penanaman nilai moral dan etika yang kuat di sekolah akan membantu mereka lebih bertanggung jawab dalam menentukan pilihan hidup," jelasnya.

Tak hanya meminta sosialisasi, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu juga menginstruksikan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk memberikan pendampingan menyeluruh bagi pelajar yang mengalami kehamilan di luar nikah. Pendampingan tersebut mencakup layanan psikologis, medis, hukum, serta keberlanjutan pendidikan.

"Pendampingan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan masa depan mereka. Stigma sosial yang berat membuat mereka rentan terhadap depresi, yang pada akhirnya bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental mereka," ucap Ni'mah.

Di kesempatan yang sama, Ni'mah juga mengingatkan betapa pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

"Orang tua harus lebih proaktif dalam mengawasi dan mengarahkan pergaulan anak-anaknya. Ini bukan sekadar tentang melindungi mereka dari bahaya, tetapi juga membantu mereka tumbuh dan berkembang secara positif," pungkasnya. (*)